Categorized | Nasional

Tayangan Naruto Ditegur KPI

Posted on 19 August 2008

ImageTayangan film kartun berseri Naruto yang banyak digemari anak-anak ditegur oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Film kartun yang ditayangkan di Global TV dan Indosiar ini merupakan satu dari empat  tayangan televisi yang dianggap melanggar Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.

“Empat tayangan yang dianggap bermasalah adalah Bleach, Cerita SMA, Detektif Conan dan Naruto,” kata anggota KPI Yazirwan Uyun, dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (19/8).

Selain dianggap melanggar UU No 32/2002, keempat tayangan itu juga dinilai tidak sejalan dengan pedoman Perilaku Penyiaran Standar Program Siaran (P3SPS) Tahun 2007.

“Keempatnya mengandung unsur kekerasan, di antaranya fisik, psikologi dan sosial, baik tindakan verbal maupun non verbal. Acara tersebut juga tidak melindungi kepentingan anak-anak serta remaja, tidak menampilkan klasifikasi penggolongan tayangan, dan tentunya tidak sesuai dengan norma-norma kesopanan dan kesusilaan,” ungkapnya.

Ketua Tim Panelis Peneliti Siaran, Arif Rahman menambahkan, seharusnya isi siaran harus mengandung pendidikan, informasi dan hiburan. “Orang selalu melihat film animasi atau kartun sebagai film untuk anak. Padahal, belum tentu karena banyak yang menampilkan kekerasan,”  kata dia.

“Kalau sudah tiga kali teguran siaran akan dihentikan sementara jika tidak ada perbaikan dari stasiun televisi,” ujarnya.

Sementara itu, KPI dan MUI dalam siaran persnya beberapa waktu lalu, meminta pada semua stasiun TV untuk berhati-hati dalam mempersiapkan tayangan Ramadhan.

Secara khusus KPI meminta lembaga penyiaran untuk lebih berhati-hati agar tidak menayangkan program yang berisi kekerasan, baik verbal maupun fisik termasuk penggunaan kata-kata yang cenderung merendahkan/menghina martabat manusia, makian, serta menghina agama dan Tuhan. Termasuk juga tidak menyiarkan program yang berisi penyebaran ajaran sekte, kelompok atau praktek agama yang secara resmi dinyatakan dilarang oleh Pemerintah.

Stasiun TV juga diminta tidak menayangkan program yang bermuatan seks, vulgar dan mesum. Tidak menayangkan program infotainment yang mengandung unsur pergunjingan (ghibah). [ihsan/dari berbagai sumber/www.suara-islam.com]

This post was written by:

admin - who has written 256 posts on Detik Islam.


Contact the author

20 Comments For This Post

  1. Vita says:

    Sy sbg fans Naruto tdk stj dgn d kategorikanny Naruto sbg tayangan kekerasan, sprti yg kt ketahui Naruto menceritakn ttg perjlnan hidup seorang ninja yatim piatu untk mencpai cita2ny mjd Hokage dn untuk cita2 tsbt dia b’usaha untk mewujudkanny sifat ny yg pantang menyerah dpt mjd cnth bahwa jgn menyerah sblm b’usaha.

    Krn film in b’cerita ttg ninja sudah pst identik dgn pertempuran, sbenarny kt bs mengambil yg +ny saja dn kt buang yg -,
    Ingat kt Naruto jgn pernah menyerah!
    Hidup Naruto!

  2. hendra says:

    Benar,Q zg gx terlalu setuju dgn hal itu,Disebabkan Suatu hal itu dipandang buruk klo Qta memandangnya buruk,Namun Hal semacam Film animasi tsb Klo Qta mampu mengambil hal positifnya,Hal itu malah membuat Qta semakin terpacu u/ maju.
    Semisal COnan,Anime ini menujukan bagaima seseorang memecahkan suatu kasus kejahatan
    Sedang Naruto menujukan bagaimana seorang anak berjuang hidup mandiri dei mencari jati diri dan ikatan yang hilan serta cita cita besarnya menjadi hokage.
    Sebenarnya pihak KPIlahyang seharusnya memberikan sosialisasi ttg hal itu,Dimana pada akhir acra ada acara tambahan bedah makna anime tsb,
    Dan hal ini hrs ada kerja sama antara KPI dgn Stasiun TV.
    Toh,kalo ttp dicekal anak2 pasti akan ngeliat di internet kannnn?

  3. Komek says:

    Yah mnurut gw sih, emang dasar penonton-nya aja yang bermasalah, di negeri asal dan negara2 lain gk bermasalah kaya d negeri sendiri. Mungkin yang lebih tepat, anak-anak harus lebih dalam pengawasan Orang tuanya. Kalau kasus gara2 menonton naruto ada yang sampai cidera atau bahkan ada yang sampai meninggal, Orang Tuanya harus introspeksi diri dulu, dimana Orang Tuanya ketika anaknya sedang bermain sampai bisa begitu??

    Mungkin udah kebiasaan bangsa kita kali ya? jika ada permasalahan pasti menyalahkan pihak lain, bukannya introspeksi diri sendiri dulu??

  4. Celekit says:

    Kok bodoh amet sih…diboongin sama film khayalan. Memang orang Indonesia bnyak dah ndk pake otak yg lurus lg..akalnya diltakkan didengkul…akhirnya pikirannya ndak jernih…makan tuh Naruto sampe luh muntah-muntah, mencret-mencret…loe kira bisa buat loe-loe pintar…ya plg pintar khayal dan ngapusin..

  5. twinny says:

    Lucu juga kalo di forum diskusi ada yang nyolot ya… kecian deh.. mendingan gak usah ikut baca Oom… Aku gak setuju Naruto di masalahin. Naruto tuh top markotop …. mengajarkan tentang kemandirian, kesetiaan kawan dan sikap2 positif lainnya. justru yang harusnya jadi masalah sinetron2 tuh… jual2 nama agama untuk cari keuntungan sendiri. Sebagai orang Islam gw tersinggung berat, nama2 Islam dibawa dalam sinetron2 yang isinya jauh banget dari ajaran Islam…

  6. hazi.elfenrou says:

    Dont talk too much..if u dont know whats the real anime is it,
    Yah wajar c klo celekit NGOMONG GTU taunya naruto conan duank,anime lebih dari sekedar fantasy belaka…
    Didalamnya banyak unsur2 positi, anime ga beda jauh ama film ato serial lainya lagian emang org indo aja seenaknya ngejudge anime buat nak kecil UDAH JELAS ADA RATINGNYA
    Distorsi seperti ini yg bikin pola pikir org indo ga’ maju-maju
    selalu tertahan ama kekolotan yg kaku’

  7. hanyapenasihat says:

    mmg susah bicara sama org yg sudah kecanduan Naruto..seakan itu kitab suci. Kalo kalian org Islam baca Al-Qur’an disana banyak kisah yg plg positif dan pelajaran yg berharga, kisah nyata. Pke dung akal yg sehat.

  8. emank says:

    yg stuju naruto positif adalah mereka yg dah kena racun anime..emank kliatan bagus tp di balik itu., narotu jelas2 mengajarkan kekerasan, tipu muslihat,umpatan,caci maki….dn sejenisny…
    smangat pantang menyerah naruto tdk di barengi dgn cara2 yg positf…jgn hanya pinter & sukses….(ntr malah pinter bo`ong & sukses krn korupsi & manipulasi,,)

  9. hazi.elfenrou says:

    Baka…
    T.T Kenapa para mugles hanya terpaku dgn pandangan satu sudut,seseorang yg bs mngambil hal positif mnurud w fine2 aja
    lagian orang tolol mana yg mau ngikutin gaya ‘e narutard,kecuali dy idiot’
    gara2 narutard imej otaku jd jelek,

  10. pembelakebenaran says:

    woy EMANK’ coment ati-ati dikid donk ! jangan so tau ‘anime dah klo taunya si narto doank
    emangnya di part mana c naruto mengajarkan yg negatif secara explisit?
    anime bkn racun
    anime bkn naruto
    anime bkn tontonan untuk org tolol’

  11. Celekit says:

    Kalo sudah kecanduan…tahi ulat juga rasa cokelat. Masih banyak bung film2 bermutu yg bisa dilihat yang mendidik, mengajarkan yang baik, kalo anda seorang Muslim tentunta anda bicara pake Iman.

  12. Emankbener says:

    iyah bener tuh’ msh bnyak ko,film2 bagus pa lagi made indo ky sinetron-sinetron(sampah-sampah) trus paling seru sinetron/sampah siluman yg di indosiar
    *bikin gw muntah’
    apa lagi ya? kynya masi bnyak yg bgs dech’
    *don’t speak !

  13. Naruto Uzumaki says:

    Wah Gue makin tenar aja, disana-sini banyak orang yang ngomongin gue.
    ? Hehehe

  14. April says:

    ya iyalah naruto diprotes…orang naruto tu ratingnya bwt 13+ kok…
    aku heran kenapa stasiun tv di Indonesia malah nayangin bwt anak2…kan jadi gak pas…

  15. April says:

    aku penggemar Naruto juga c…tapi Naruto emank gak pas bwt anak2…^0^

  16. KPI Tolol says:

    Ngapain Ngurusin Film2 animasi mending KPI ngurus dulu sinetron yg ngebodohin penonton,Seperti di indosiar kenapa KPI nga pernah mempermasalahkan dgn sinetron silumannya?,juga menjual agama di dlmnya,Gw sebagai fans Naruto,Kekerasan yg mana di naruto menurut gw biasa aja tuh,Bukanya Sinetron yg banyak Kekerasannya ???,Tegur donk produsernya,Jgn2 nih KPI korupsi juga.

  17. Ichii says:

    Cuma gara-gara mempermasalahin yang kaya’ gitu doang jadi pada ribut.okelah,semua orang memiliki perbedaan seleranya masing2.lebih baik saling menghargai selera orang lain. manusia itu diciptakan dengan perbedaan.lebih baiknya tidak menghina selera orang lain.jika tidak suka,yah sudah tidak usah ditonton,tapi jangan dihina.bagaimana jika selera anda semua dihina orang lain anda tidak terima bukan?

  18. bukan sok tahu says:

    ini hanya komentar saya,terserah anda mau menerimanya atau tidak
    untuk para Fans Naruto,ambil yang+nya buang yang-nya.
    untuk celekit,saya minta maaf lebih dulu,jika memang anda tidak suka dengan anime tersebut,tidak perlu dihina seperti itu.mungkin anda ingin membuka pandangan masyarakat tapi menurut saya cara penyampaiannya yang kurang tepat dan mungkin bisa memberi contoh yang- bagi masyarakat.(dengan kata2 anda)
    lalu hanya penasihat,kita bisa mengambil yang baik dari mana saja,walaupun tidak nyata,toh jika membuat termotivasi,why not?sebagai orang islam yang baik anda bukan mencari jalan keluar,hanya memperburuk keadaan.dalam agama Islam,membaikkan orang yang sedang berselisih itu pahalanya besar.
    untuk April,Naruto memang bukan untuk anak2 tapi remaja.
    untuk KPI tolol,kita bisa memulai sesuatu dari yang kecil dulu.hmmm…mungkin ada benarnya juga,produsernya selalu mengucurkan uang untuk membayar KPI,itulah knapa Indonesia tidak maju2 karna ujung2nya DUIT.
    untuk Ichii,saya salut dengan anda,adil dan nonblok,saya sependapat dengan anda.
    saya minta maaf jika nama2 dan komentar yg saya tulis bertentangan dengan anda.saya mencoba untuk bergerak nonblok dan bersikap adil pada semuanya.

  19. bukan sok tahu yah, says:

    ini hanya komentar saya,terserah anda mau menerimanya atau tidak.
    untuk para Fans Naruto.ya,ambil yg+ buang yg-,tapi jangan terlalu sombong ya.
    untuk celekit,saya minta maaf terlebih dahulu.jika memang anda tidak suka dengan anime tersebut,tidak perlu berbicara seperti itu.mungkin anda ingin membuka pandangan masyarakat,tapi mnurut saya cara penyampaiannya yg kurang tepat dan mungkin bisa memberi contoh- pada masyarakat dengan kata2anda.apakah anda sendiri beriman tapi bahasa anda seperti itu? mo ichido,sumimasen.
    untuk hazi.elfenrou,kalimat pertama saya sependapat,tapi jika anda otaku,kenapa bisa berprasangka buruk seperti itu pada naruto?
    untuk Emank,yang anda takutkan itu sudah terjadi di Indonesia.
    untuk hanyapenasihat,kita bisa mengambil contoh baik dari mana saja,nyata atau tidak,jika membuat termotivasi,why not? itu bagian dari ilmu,manusia mencari ilmu dari ayunan sampai liang lahat.kalimat anda yg pertama,sudah berprasangka buruk pada orang lain,anda sebagai ORANG ISLAM YANG BAIK bukan mencari jalan keluar tapi memperburuk keadaan.membaikkan orang yg berselisih diajarkan dalam agama Islam.
    untuk April,pendapat anda memang benar bukan utk anak2 tp REMAJA.
    untuk KPI tolol,jika suatu masalah kecil tidak bisa diselesaikan,bagaimana dengan masalah yg lebih besar.hmmmm….mungkin benar produser sinetron dengan derasnya mengucurkan uang untuk KPI agar tidak diekspose.makannya Indonesia tidak maju2 karna ujung2nya DUIT.
    Saya mohon maaf dengan komentar saya kepada anda semua yang juga memberikan komentarnya sendiri.tp inilah saya,saya berusaha untuk adil pada semuanya dan bersikap NonBlok.plg paaaaaaaaanjang sendiri kayaknya ya hehehe.Sorry boss.

  20. madara says:

    walah…………..KPI lagi, kayaknya pencekalan tayangan TV seperti naruto itu saya rasa adalah hasil dari KPI yang KURANG KERJAAN…jadi, pencekalan itu saya rasa….BAASIIIIIII…………FUCK YOU KPI…..

Leave a Reply

Site Sponsors

Pengunjung ke-

Pengunjung Online

Polling

Sistem ekonomi yang layak diterapkan adalah...

View Results

Loading ... Loading ...

Arsip

Statistik

  • Total Stats
    • 1 Authors
    • 256 Posts
    • 3 Pages
    • 28 Tags
    • 217 Comments
    • 184 Comment Posters
    • 3 Links
    • 31 Post Categories
    • 2 Link Categories
    • 115 Spam Blocked