93 Persen Siswa SMP Ini Mengaku Pernah Nonton Porno

Purwokerto, DETIKISLAM.COM Sebanyak 93 persen siswa kelas tujuh SMP Negeri 5 Purwokerto mengaku pernah menonton konten video porno melalui media digital seperti handphone dan akses internet. Hal tersebut terungkap dalam kegiatan terapi moral bangsa menggunakan metode semihipnoterapi kepada 256 siswa. Dari kegiatan tersebut, hanya 18 anak saja yang mengaku belum pernah menonton film porno.

Saya betul-betul tidak mengira kalau kelas tujuh ternyata dalam kondisi yang seperti ini. pikiran kami diadakan kegiatan itu awalnya sebagai langkah preventif, tapi justru yang terjadi itu tidak jauh dengan apa yang dialami kelas menengah, kata Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Purwokerto, Sulistyaningsih, Senin (26/5).

Menurut dia, setelah mengetahui apa yang terjadi pada para siswanya tersebut, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dan kerjasama dengan berbagai pihak untuk memberi penjelasan kepada masyarakat tentang dampak teknologi.

Kita akan kordinasi juga dengan orang tua, akan kita undang untuk mengikuti kegiatan seperti ini. Karena dalam membenahi moral ini tidak semata-mata dari anak saja tapi justru dari orang tua, ujar dia yang sempat menangis melihat realita yang terjadi pada siswanya tersebut.

Kegiatan semihypnoterapi ini diikuti oleh 256 siswa kelas tujuh. Dalam kegiatan tersebut, para siswa diminta untuk jujur dan mengakui jika pernah menonton konten video porno, membohongi orang tua, tidak patuh pada guru, merokok dan lain sebagainya. Para siswa yang tidak dalam keadaan dihipnotis tersebut diminta berdiri. Banyaknya siswa yang bangkit dari duduknya saat disebutkan siapa saja yang pernah menonton film porno sempat membuat kaget guru.

Trainer meminta para siswa untuk memejamkan matanya sambil mengingat apa yang sudah mereka lakukan selama ini dan mengingat pengorbanan kedua orang tuanya. Lantunan musik mengiringi para siswa hanyut dalam suasana haru. Bahkan para siswa terus menangis mengingat apa yang sudah mereka perbuat. Tak lama kemudian para siswa diminta agar tertidur semakin pulas dan mengambil satu demi satu pikiran buruk untuk dituliskan.

Masih dalam kondisi terhipnotis, para siswa menulis sambil mengingat perbuatan buruk apa yang sudah mereka lakukan sambil menangis, kemudian diminta untuk hancurkan dan dibuang jauh-jauh dari pikiran buruk tersebut dan menanamkan kembali pikiran positif kepada para siswa tersebut agar dapat memulai kehidupan barunya.

Iya saya sudah pernah diajak menonton film itu sama teman, tapi saya tidak mau, saya alesan aja ada kepentingan keluarga, kata Ardiansyah Pandu, siswa kelas tujuh yang belum pernah menonton film porno.

Sementara menurut Subur Putra, trainer semihipnoterapi, tanda-tanda kehancuran moral sudah terlihat jelas di depan mata. Mereka bukan hanya menjadi korban pelecehan seksual tapi juga melakukan dan menikmati. Dan akses yang paling mudah dilakukan adalah melalui dunia digital seperti handphone dan warnet. Namun pihaknya mengakui hanya sebatas memberikan pembinaan kepada para siswa.

Mereka mengaksesnya melalui hp dan warnet, sekarang saja di sekitar purwokerto masih ada warnet berbilik-bilik dan kita pernah temukan anak kelas 9 SMP melakukan hubungan intim di warnet, jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.