Karena Dilarang Pemerintah, Muslim Polandia Tidak Bisa Menyembelih Hewan Qurban

Mufti Polandia Tomasz Miskiewicz berbicara kepada aktivis hak-hak binatang dan wartawan yang berkumpul di luar masjid di desa Bohoniki, Polandia Timur.

Sejak larangan pemerintah, mulai tahun ini komunitas Muslim Polandia tidak bisa merayakan Idul adha dengan menyembelih hewan qurban. Padahal ratusan tahun sebelumnya mereka bisa menyembelih hewan qurban.

Untuk pertama kalinya selama ratusan tahun, hari ini tidak ada penyembelihan untuk merayakan Idul Adha, Ungkap Michal Adamowicz pada hari Selasa di desa Tatar Muslim Bohoniki, Polandia Timur.

Sejak 1 Januari, komunitas Muslim dilarang melakukan penyembelihan setelah Mahkamah Konstitusi mengganggap hal itu tidak sesuai undang-undang hak-hak binatang.

Uni Eropa -termasuk Polandia- membuat peraturan penyembelihan hewan ternak untuk meminimalkan penderitaan pada hewan yang disembelih. Dalam aturan tersebut mengharuskan hewan yang disembelih dibius terlebih dahulu, agar hewan tidak terkejut sebelum kematiannya.

Sedangkan masyarakat muslim agar kehalalan terjamin, maka hewan tersebut harus disembelih dalam keadaan hidup.

Pemimpin Muslim Polandia berpendapat larangan itu melanggar kebebasan beragama yang dijamin secara konstitusional, dan mereka telah meminta pengadilan tinggi untuk memutuskan masalah ini.

Muslim Polandia juga mengatakan larangan yang telah mendorong perdebatan sengit baik di dalam maupun luar negeri, adalah tidak sesuai dengan hukum Eropa.

[pebidiansyah/detikislam.com]

  • http://gplus.to/anindyumi Anindya Yumika Dewi

    Kebebasan itu ada batasnya termasuk juga kebebasan beragama, lha kalau agamanya mengajarkan hal yang tidak sesuai zaman, tidak sesuai dengan norma dan standar moral yang berlaku saat ini, masa dibiarkan begitu saja..

    Contoh ekstrimnya, jika ada agama yang mengajarkan mencuri atau membunuh manusia lain, apa praktek itu lantas boleh dilakukan atas nama kebebasan beragama.?? Tentu tidak..

    Islam harus berubah, jangan mentok pada aturan arab pada abad ke 7 jika ingin diterima dalam komunitas masyarakat modern..

    • captainc

      salah pemikirannya, tidak selalu zaman makin tercerahkan, ada juga zaman kegelapan, seperti zaman ideologi di abad-20, dimana kebodohan marxism telah membuat orang menderita. membunuh itu juga ada bagusnya, karena si pembuat onar hilang dari peredaran di dunia. kita mentok di abad ke 7 karena hadis sialan.

    • qastholani

      wahai orang kafir, kami tidak butuh ocehanmu, kami punya Al-Quran dan Assunnah yang wajib ditaati dalam segala zaman dan segala keadaan dan itulah yang akan menyelamatkan kami di dunia dan di akhirat, sedang kalian wahai orang kafir tempatmu adalah di neraka jahannam kekal selama-lamanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.